Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Apa itu PLTU Batubara ?

Skenario Revolusi Energi menawarkan tahapan progresif untuk berhenti bergantung pada bahan bakar kotor dan berbahaya, serta bagaimana melakukan transisi energi dari sumber terbarukan hingga 100% pada tahun 2050.

Hal ini diperlukan untuk meredam laju bencana perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan juga ancaman kesehatan serius kepada manusia yang disebabkan oleh eksplotasi bahan bakar fosil.

Laporan Revolusi Energi Greenpeace Internasional 2015.

Merubah Paradigma

Paradigma tentang energi adalah yang pertama kali harus diubah. Saat ini energi terbarukan bukan sekedar "energi alternatif" namun dapat diandalkan untuk menjadi sumber utama energi suatu negara.

Menurut Mark Jacobson, profesor dari Standford University, Seluruh dunia dapat diterangi dengan energi baru terbarukan dengan teknologi yang ada saat ini dalam waktu 20-40 tahun. Tidak ada hambatan teknologi ataupun ekonomi dalam menerapkannya, namun butuh kemauan sosial dan politik yang kuat.

Merubah paradigma yang kemudian disertai keberpihakan politik yang mendukung energi terbarukan. Perubahan regulasi untuk akselerasi transisi energi dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan. Serta dukungan riset dan pemetaan yang lebih lengkap terhadap pengembangan energi terbarukan.

Penghematan Energi

Melakukan penghematan energi adalah bagian tidak terpisahkan dalam proses revolusi energi. Karena saat ini lebih dari 95% energi listrik Indonesia dihasilkan dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti batubara, maka menghemat dapat menurunkan permintaan akan pembangunan/ekspansi pembangkit baru.

Tanpa PLTU baru

Membangun PLTU batubara baru hanya akan memperparah laju bencana perubahan iklim. Menggantungkan pertumbuhan pemenuhan energi dari batubara juga semakin mengancam kerusakan hutan Kalimantan dan Sumatera di mana batubara di tambang. Begitu PLTU batubara baru beroperasi akan membuat kita bergantung dari sumber energi kotor untuk puluhan tahun ke depan.

Kontrol Emisi

Menutup PLTU batubara yang sudah habis yang masa beroperasinya dengan tidak memperpanjangnya. Mengingat begitu kotornya emisi PLTU batubara lama, dan memastikan kontrol emisi PLTU batubara yang saat ini sedang beroperasi agar tidak melebihi ambang batas standar emisi.

Blajar dari negara yang polusi udaranya sudah sangat buruk, memperketat emisi PLTU batubara adalah bagian penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih buruk lagi.

Energi Terbarukan

Segera beralih secara cepat ke energi terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan energi negeri. Beberapa negara yang sudah melakukannya mendapatkan keuntungan harga listrik yang lebih murah dibandingkan energi konvensional.

Ini beberapa manfaat lain energi terbarukan:

  • Tersedia melimpah di Indonesia Indonesia negeri tropis, matahari bersinar stabil sepanjang tahun, negeri ring of fire dunia, 60% potensi geothermal dunia ada di Indonesia, negeri kepulauan dengan potensi gelombang laut serta angin yang cukup besar.
  • Cocok untuk kemandirian dan ketahanan energi dalam negeri. Energi terbarukan sifatnya lokal, sangat susah untuk di ekspor sehingga 100% pemanfaatannya untuk kebutuhan energi dalam negeri.
  • Relatif mudah dan cepat dipasang. Cocok untuk mempercepat pemerataan energi hingga ke pelosok terpencil negeri ini, dimana merekalah masyarakat Indonesia yang sebagian besar belum memperoleh akses listrik hingga sekarang.

Dan banyak keunggulan lainya.